bayang-bayang itu, makin menjauh saja
tapi biarlah. tiada ingin aku mengejarnya
sebab waktu sudah senja
dan bila malam tiba,
aku tidak akan lari darinya
justru aku akan tenggelam dalam pekatnya malam
kesendirian dan kesunyiaan adalah kondisi dasar jiwa manusia
atau sebuah rumah
tempat istirahat jiwaku yang haus anugerah
dan bila pagi memaksa mentari menyinari bumi
jadikan bunga-bunga merona tiada henti
aku pun masih teguh pendirian di sini
maksudku sudah tersampaikan
pada bayang-bayang
yang mirip gelombang menghempas tiada henti dari air yang dangkal
biarlah pagi alami jenuh dan berganti siang hari
saat itu, bayang-bayang pasti datang sendiri
tawarkan diri, tanpa peduli siapa aku ini
Suatu Senja di Jakarta
Ciputat, Minggu 06 Februari 2011
Adib Minnanurrachim
2 komentar:
Mantap nih Bang, gue banget
BTW abang tuh yang di SC Magazine punya dompet duafa bukan sih, soalnya mereka buat magazine namanya SC juge...
Regards
terima kasih komentarnya.
yup, dulu sempat bekerja di SC Magazine. Namun hanya sebentar...
Dan setahu saya, dulu itu tidak ada dompet duafanya.
Posting Komentar